Indonesia Sebagai Kompas dari Bisnis Muslim Fesyen Dunia

image_pdfimage_print

 

Penulis: Lucky Nugroho

Indonesia memiliki jumlah penduduk sejumlah 273 juta jiwa pada akhir tahun 2022, dan jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat setelah China, India dan Amerika (Darmaningrum et al., 2023). Dengan banyaknya populasi penduduk dari negara Indonesia tersebut, maka menjadikan Indonesia sebagai negara Emerging Market yaitu negara yang memiliki potensi besar atas permintaan barang dan jasa serta menjadi target pemasaran barang dan jasa dari seluruh produsen di dunia. Selain itu, jumlah populasi Muslim Indonesia yaitu sebesar 86,88% atau sejumlah 238 juta jiwa pada akhir tahun 2021 (Karyanto et al., 2019; Matoenji et al., 2021). Dengan demikian Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim no 1 didunia melebihi jumlah penduduk Muslim yang terdapat pada negara-negara: Pakistan, India, Bangladesh dan Nigeria (Badawi et al., 2021; Nugroho, 2019). Oleh karenanya, besarnya populasi Muslim di Indonesia tersebut menyebabkan Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi permintaan akan produk dan jasa yang berbasiskan prinsip-prinsip syariah atau barang dan jasa yang halal (Mahliza et al., 2021). Lebih lanjut bisnis rantai nilai halal mencakup: Keuangan syariah; Halal travel; Muslim fesyen; Halal media dan halal rekreasi; Halal farmasi; Halal kosmetik. Merujuk bisnis rantai halal dan hari hijab nasional, yang diperingati pada tanggal 1 Februari, adalah momen yang baik untuk menggiatkan kegiatan bisnis fesyen Muslim di Indonesia. Ini bisa menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan yang berfokus pada pakaian Muslim atau hijab untuk mengadakan promosi, diskon, atau acara khusus guna menarik perhatian pelanggan. Adapun untuk meningkatkan industri Muslim fesyen, terutama di Indonesia membutuhkan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan konsumen. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, industri ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Daftar Pustaka:

Badawi, A., Nugroho, L., & Hidayah, N. (2021). Islamic bank performance : Does low-cost fund and labor cost affect it ? ( Empirical cases in Bank Syariah Mandiri-Indonesia ). _Business, Economics and Management Research Journal_, _4_(2), 81–92.

Darmaningrum, K., Miftahorrozi, M., Zulfikar, M., Fitriana, Y., Nurzianti, R., Anggraini, R. I., Shiddieqy, H. A., Putra, B. P., Manggabarani, A. S., Miftah, M., Muzayyanah, M., Mubarok, M. K., Muslim, U. B., Nugroho, L., Wijiharta, W., & Lestari, F. P. (2023). KEWIRAUSAHAAN SYARIAH. In E. Damayanti (Ed.), _CV WIDINA MEDIA UTAMA_. CV WIDINA MEDIA UTAMA.

Karyanto, B., Aziz, L. H., Yusuf, M., Muzayyanah, Putra, A. R., Darussalam, A. Z., Fauziah, Djuanda, G., Wicaksono, G., Puspita, Y., Kusumaningrum, R., Nugroho, L., & Alfalisyado. (2019). _Pengantar Ekonomi Syariah_ (Vol. 1). Widina Bhakti Persada Bandung.

Mahliza, F., Nugroho, L., Putra, Y. M., Nugraha, E., & Sukiati, W. (2021). Discourses of Muslim-Friendly Tourism (Indonesia Empirical Cases). _Journal of Islamic Economics & Social Science (JIESS)_, _2_(1), 53–59.

Matoenji, E. Y., Nugroho, L., & Soeharjoto. (2021). Determinasi Pertumbuhan Laba Bank Syariah Berdasarkan Aspek Pembiayaan UMKM, Jumlah Outlet dan Kualitas Pembiayaan. _Sistem Informasi, Keuangan, Auditing Dan Perpajakan (SIKAP)_, _6_(1), 125–140.

Nugroho, L. (2019). Strategi Indonesia Sebagai Pusat Pariwisata Halal yang Didukung Eksistensi Keuangan Syariah. In _Selling Indonesia Konsep & Strategi Membumikan Kepariwisataan Indonesia_ (1st ed.). CV Qiara Media. [https://www.academia.edu/50785446/Strategi_Indonesia_Sebagai_Pusat_Pariwisata_Halal_yang_Didukung_Eksistensi_Keuangan_Syariah](https://www.academia.edu/50785446/Strategi_Indonesia_Sebagai_Pusat_Pariwisata_Halal_yang_Didukung_Eksistensi_Keuangan_Syariah “smartCard-inline”)

Editor: Zaky Dzimmatillah dan Rehani Zaki Putri Muspara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *